Sudah terasa nyeri, merah, dan mengganjal di bawah kulit, tapi tidak kunjung muncul ke permukaan? Jangan buru-buru dipencet! Bisa jadi itu adalah jerawat mendem.
Jerawat mendem sering kali menjadi salah satu jenis jerawat yang paling membuat frustrasi. Berbeda dengan jerawat biasa yang memiliki “mata” atau nanah di permukaan kulit, jerawat mendem justru terasa seperti benjolan yang berada jauh di dalam kulit. Ukurannya bisa kecil maupun cukup besar, terasa keras atau bengkak, dan yang paling mengganggu adalah rasa nyeri ketika disentuh.
Karena tidak terlihat jelas di permukaan, banyak orang justru melakukan kesalahan yang sama: mencoba memencet, menusuk, atau melakukan ekstraksi sendiri.
Padahal, tindakan tersebut justru bisa membuat kondisi kulit semakin buruk.
Kenapa Jerawat Mendem Bisa Terasa Sangat Sakit?
Jerawat mendem terjadi ketika proses peradangan berlangsung di lapisan kulit yang lebih dalam. Sumbatan pada pori-pori dapat memicu respons peradangan sehingga terbentuk benjolan yang terasa nyeri, kemerahan, dan sensitif.
Letaknya yang lebih dalam inilah yang membuat jerawat mendem berbeda dengan jerawat yang sudah matang di permukaan.
Pada kondisi tertentu, jerawat mendem dapat berkembang menjadi beberapa bentuk, seperti papula, pustula, nodula, hingga kistik. Semakin dalam proses peradangannya, biasanya semakin sulit pula untuk ditangani hanya dengan cara-cara sederhana di rumah.
Tidak jarang, satu benjolan jerawat bisa bertahan selama berminggu-minggu. Bahkan pada kondisi tertentu, peradangan yang lebih dalam dapat menetap lebih lama dan meninggalkan bekas setelah sembuh.
Inilah alasan mengapa jerawat mendem sebaiknya tidak dianggap sebagai “jerawat biasa yang tinggal dipencet”.
Kesalahan Paling Sering: Memencet Jerawat Mendem
Ketika melihat atau merasakan benjolan di bawah kulit, tangan biasanya menjadi sulit untuk diam.
Ada keinginan untuk menekan bagian yang terasa sakit, berharap benjolannya segera keluar dan mengempis. Sayangnya, jerawat mendem tidak bekerja sesederhana itu.
Semakin keras ditekan, bukan berarti semakin cepat sembuh.
Justru, tekanan yang terlalu kuat dapat memperparah trauma pada jaringan kulit di sekitarnya. Ketika peradangan berada di lapisan yang lebih dalam, memencet permukaan kulit tidak selalu mampu mengeluarkan isi dari lesi tersebut.
Sebaliknya, tindakan memencet dapat menyebabkan iritasi dan memperburuk proses peradangan. Jika dilakukan dengan tangan atau alat yang tidak steril, risiko terjadinya infeksi juga dapat meningkat.
Yang lebih mengkhawatirkan, kebiasaan memencet jerawat dapat meningkatkan kemungkinan munculnya bekas jerawat, seperti noda kehitaman maupun perubahan tekstur kulit.
Jadi, kalau saat ini ada benjolan jerawat yang terasa nyeri tetapi belum memiliki mata, tahan tangan untuk tidak memencetnya.
Jangan Juga Mencoba Ekstraksi Sendiri
Ekstraksi memang dikenal sebagai salah satu tindakan dalam perawatan kulit. Namun, bukan berarti semua jenis jerawat dapat diekstraksi kapan saja dan dengan cara yang sama.
Jerawat yang berada jauh di dalam kulit membutuhkan penilaian terlebih dahulu. Apakah memang terdapat sumbatan yang dapat diekstraksi? Seberapa dalam peradangannya? Apakah kondisi kulit sedang mengalami inflamasi aktif? Dan apakah tindakan ekstraksi justru berisiko memperparah kondisi?
Tanpa mengetahui hal tersebut, melakukan ekstraksi sendiri dapat membuat kulit mengalami trauma tambahan.
Penggunaan jarum, pinset, atau alat ekstraksi yang tidak tepat juga dapat menyebabkan luka pada kulit. Ditambah lagi, jika kebersihan tangan, alat, maupun area kulit tidak terjaga dengan baik, risiko infeksi menjadi lebih besar.
Jadi, jangan jadikan “dipencet sampai keluar” sebagai standar keberhasilan mengatasi jerawat.
Kulit yang terlihat lebih tenang setelah dipencet belum tentu berarti masalahnya sudah selesai.
Jerawat Mendem Tidak Selalu Hilang dengan Skincare Sembarangan
Kesalahan berikutnya adalah mengganti-ganti skincare setiap kali jerawat muncul.
Melihat satu produk viral yang diklaim dapat mengempeskan jerawat dalam waktu singkat, kemudian langsung menggunakannya tanpa memahami kondisi kulit. Ketika belum membaik, produk diganti lagi dengan produk lainnya.
Bukannya membaik, kulit justru dapat menjadi semakin sensitif dan mengalami iritasi.
Penanganan jerawat mendem sebaiknya disesuaikan dengan jenis jerawat, tingkat keparahan, kondisi kulit, serta penyebab yang mendasarinya.
Tidak semua kulit membutuhkan produk yang sama. Bahkan produk yang cocok untuk orang lain belum tentu sesuai untuk kondisi kulitmu.
Karena itu, penting untuk memahami bahwa perawatan jerawat bukan hanya tentang mencari produk yang paling kuat, tetapi tentang menemukan penanganan yang tepat untuk kondisi kulit yang sedang dialami.
Lalu, Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
Ketika muncul jerawat mendem, langkah pertama adalah jangan memperburuk peradangannya.
Hindari memencet, menusuk, maupun melakukan ekstraksi sendiri. Tetap jaga kebersihan kulit dengan rutinitas skincare yang sesuai dan hindari penggunaan terlalu banyak produk aktif secara bersamaan tanpa arahan yang jelas.
Jika jerawat terasa sangat nyeri, muncul berulang, jumlahnya semakin banyak, atau meninggalkan bekas yang sulit hilang, kondisi tersebut sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja.
Konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan kondisi jerawat dan pilihan penanganan yang sesuai. Pada beberapa kondisi, dokter dapat mempertimbangkan kombinasi perawatan di rumah dan treatment tertentu sesuai kebutuhan kulit.
Pendekatan seperti ini jauh lebih aman dibandingkan mencoba berbagai cara secara mandiri hanya karena ingin jerawat cepat hilang.
Ingat, Jerawat yang Tidak Terlihat Bukan Berarti Tidak Perlu Ditangani
Jerawat mendem memang sering kali tidak terlalu terlihat dari luar. Namun, rasa nyeri, kemerahan, dan benjolan yang menetap merupakan tanda bahwa sedang terjadi proses peradangan di dalam kulit.
Jangan menunggu sampai jerawat semakin besar atau meninggalkan bekas baru kemudian mencari pertolongan.
Semakin tepat penanganannya, semakin besar pula peluang kulit untuk kembali membaik tanpa menambah masalah baru.
Jadi, kalau kamu sedang memiliki jerawat mendem, ingat satu hal:
Jangan dipencet. Jangan diekstraksi sendiri. Jangan asal mencoba skincare.
Kenali kondisi kulitmu dan berikan penanganan yang sesuai.
Jika jerawat mendem terus muncul, terasa nyeri, sulit membaik, atau mulai mengganggu kepercayaan diri, konsultasikan kondisi kulitmu dengan dokter di TM Estetik agar dapat dilakukan evaluasi dan ditentukan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kulitmu.
Karena mengatasi jerawat bukan tentang siapa yang paling cepat memencetnya, tetapi tentang siapa yang paling tepat merawatnya.