Di era media sosial seperti sekarang, tren perawatan kulit semakin berkembang pesat. Salah satu treatment yang sedang banyak diperbincangkan adalah Plasma Fibroblast, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Plasma Pen. Banyak yang mengklaim bahwa treatment ini efektif mengatasi bopeng akibat bekas jerawat. Tapi, apakah benar Plasma Pen mampu memberikan hasil seperti yang dijanjikan? Yuk, kita kupas tuntas!

Apa Itu Plasma Fibroblast (Plasma Pen)?
Plasma Fibroblast adalah teknologi perawatan kulit yang memanfaatkan energi plasma, bukan energi laser. Cara kerjanya cukup unik, yaitu dengan mengeluarkan energi plasma melalui ujung alat yang tidak menyentuh kulit secara langsung. Energi plasma ini akan membentuk luka mikro berukuran sangat kecil di permukaan kulit.
Mengapa harus membuat luka mikro? Proses ini bertujuan untuk merangsang fibroblast, yaitu sel yang berperan penting dalam produksi kolagen dan elastin. Kedua protein ini adalah kunci utama kulit yang sehat, kencang, dan halus. Dengan merangsang fibroblast, kulit akan memulai proses regenerasi alami sehingga teksturnya semakin membaik.
Apa Bedanya Plasma Pen dengan Laser atau Filler?
Banyak orang yang salah mengira bahwa Plasma Pen mirip dengan laser atau filler. Faktanya, Plasma Pen bukanlah treatment filler (yang mengisi volume wajah) dan juga bukan laser (yang menggunakan energi cahaya untuk menguapkan lapisan kulit).
Perbedaan utama Plasma Pen adalah:
- Tidak menyentuh kulit langsung: Energi plasma dilepaskan dari jarak sangat dekat dengan kulit, menciptakan luka mikro.
- Mengandalkan proses alami tubuh: Tidak menambahkan bahan asing, melainkan memicu regenerasi alami kulit.
- Hasilnya gradual: Karena mengandalkan proses pembentukan kolagen, hasilnya tidak instan seperti filler.
Jadi, jika Anda mencari perawatan yang tidak invasif dan mampu memperbaiki tekstur kulit secara alami, Plasma Fibroblast bisa jadi pilihan menarik.
Apakah Plasma Pen Efektif untuk Bopeng?
Pertanyaan yang paling sering diajukan adalah: apakah Plasma Pen benar-benar bisa mengatasi bopeng bekas jerawat? Jawabannya: bisa, tetapi dengan catatan tertentu.
Plasma Fibroblast paling cocok untuk bopeng yang dangkal hingga sedang. Mengapa? Karena teknologi ini bekerja pada permukaan kulit dan lapisan dermis atas. Jika bopeng terlalu dalam, efeknya mungkin tidak terlalu signifikan tanpa bantuan perawatan tambahan.
Hasil dari treatment ini antara lain:
✅ Kulit lebih kencang karena peningkatan kolagen.
✅ Tekstur lebih halus, pori-pori tampak mengecil.
✅ Bopeng tampak memudar seiring waktu.
Namun, jangan berharap bopeng hilang hanya dengan satu kali perawatan. Biasanya diperlukan beberapa sesi dan seringkali dikombinasikan dengan treatment lain seperti microneedling, PRP (Platelet Rich Plasma), atau chemical peeling untuk hasil yang optimal.
Bagaimana Proses dan Downtime-nya?
Sebelum memutuskan melakukan Plasma Fibroblast, penting untuk tahu bagaimana proses dan efek sampingnya.
- Proses Treatment
- Area kulit dibersihkan dan diberi anestesi topikal agar lebih nyaman.
- Dokter mengarahkan ujung Plasma Pen dekat dengan kulit hingga terbentuk titik-titik kecil (luka mikro).
- Proses ini biasanya memakan waktu 30–60 menit tergantung area yang ditangani.
- Downtime
Setelah perawatan, akan muncul titik-titik kecil seperti kerak di area yang ditangani. Ini adalah bagian normal dari proses penyembuhan. Biasanya kerak akan lepas dalam 5–7 hari, dan kulit baru mulai tampak lebih halus dalam beberapa minggu.
❗ Catatan penting: Selama masa ini, hindari paparan sinar matahari langsung dan gunakan sunscreen agar hasil maksimal.
Kelebihan dan Kekurangan Plasma Fibroblast
Kelebihan:
✅ Minim invasif, tidak ada sayatan.
✅ Tidak menggunakan bahan asing.
✅ Hasil lebih natural karena memicu regenerasi kulit.
Kekurangan:
❌ Tidak instan, butuh waktu untuk hasil terlihat.
❌ Ada downtime, tidak cocok jika Anda butuh tampil langsung setelah treatment.
❌ Tidak cocok untuk semua jenis bopeng, terutama yang dalam (ice pick scars).
Siapa yang Tidak Disarankan Melakukan Plasma Pen?
Meski aman, ada beberapa kondisi yang sebaiknya menghindari treatment ini:
- Kulit yang sedang meradang atau infeksi.
- Penderita penyakit kulit tertentu seperti psoriasis.
- Wanita hamil atau menyusui (perlu konsultasi dulu).
- Orang dengan riwayat keloid (karena risiko jaringan parut).
Apakah Plasma Pen Satu-Satunya Solusi untuk Bopeng?
Jawabannya: tidak. Setiap orang memiliki kondisi kulit berbeda. Bopeng yang dalam mungkin lebih cocok dengan kombinasi treatment seperti microneedling RF, subcision, atau bahkan laser fractional CO₂.
Karena itu, jangan asal ikut-ikutan tren (FOMO). Perawatan kulit harus disesuaikan dengan kondisi kulit Anda agar hasilnya aman dan efektif. Yuk, ke TMEstetik